Cimahi, akarmusic.com – Fenomena langit Supermoon akan kembali menghiasi langit malam pada 5 November 2025. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Planetarium Jakarta turut mengumumkan informasi waktu pengamatan dan cara menyaksikannya.
Fenomena langit pada Rabu malam 5 November 2025 nanti, akan menampilkan Supermoon terbesar dan terdekat dengan Bumi sepanjang tahun ini. Dikenal juga sebagai Beaver Moon atau Supermoon Emas, puncak purnamanya akan terjadi sekitar pukul 20.20 WIB, sementara titik perigee Bulan tercapai pada 6 November pukul 05.28 WIB.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) fase purnama terjadi pada Rabu (5/1)) pukul 20.20 WIB. Saat fenomena ini terjadi, jarak Bumi-Bulan adalah 356.980 km, dengan ukuran Semi-Diameter Bulan sebesar 16′ 43,87″.
Meski istilah “Supermoon” lebih populer di ranah astrologi, secara ilmiah fenomena ini disebut sebagai Bulan Purnama Perigean. Bulan akan sekitar 7 persen lebih besar dan 15 persen lebih terang dibandingkan purnama biasa, meski perbedaan ini hanya bisa dibuktikan melalui astrofotografi. Supermoon November ini menjadi yang paling spektakuler di antara rangkaian supermoon tahun 2025 karena memiliki jarak perigee terkecil.
Kemudian, Bulan saat di perigee terjadi pada 6 November 2025 pukul 05.28 WIB, yang teramati di belahan Bumi yang masih malam hari.
Bulan saat di Perigee pada 6 November 2025 berjarak 356.833 km dengan Bumi, yang tercatat sebagai jarak terdekat Bumi dan Bulan pada tahun ini.








