Cimahi, akarmusic.com – Siapa sangka, di tengah suasana khas Pasar Kosambi yang biasanya identik dengan becek, padat, dan penuh aktivitas, tersembunyi sebuah ruang kreatif yang kini ramai dikunjungi anak muda. Tempat itu bernama The Hallway Space, sebuah area yang memadukan nuansa pasar tradisional dengan konsep ruang kreatif modern.
Awal mula kepopuleran tempat ini tak lepas dari tren thrifting. Banyak anak muda menemukannya lewat rekomendasi YouTube atau cerita teman. Salah satunya adalah Wahyu—akrab disapa Baron—yang datang karena penasaran, dan justru dibuat takjub saat melihat langsung.
“Saya kira hanya kios distro biasa. Tapi setelah masuk, rasanya seperti menemukan tempat estetik yang nggak disangka ada di tengah pasar,” ungkapnya.
Menurut Baron, jika harus menggambarkan The Hallway Space dalam tiga kata, ia memilih estetik, keren, dan kreatif. Bukan hanya barang thrifting-nya yang menarik mata, tetapi juga tata ruang serta atmosfer lorong-lorongnya. Saat naik ke lantai atas, pengunjung akan menemukan koridor dengan pencahayaan unik, yang langsung membuat siapa pun ingin memotret.
“Beberapa kali saya foto-foto di sana karena ambience-nya bagus banget buat konten Instagram,” tambahnya.
Selain jadi spot nongkrong dan berbelanja, kehadiran The Hallway Space juga membuka perspektif baru soal bagaimana pasar tradisional bisa berkolaborasi dengan kreativitas modern. Tempat ini membuktikan bahwa suasana pasar dan ruang publik kreatif dapat hidup berdampingan dalam satu area.
Yang menarik, The Hallway Space berada tepat di dalam kompleks Pasar Kosambi. Artinya, pengunjung bisa thrifting sekaligus membeli kebutuhan sehari-hari tanpa harus berpindah lokasi. Baron melihat hal ini sebagai hubungan yang saling menguntungkan antara pelaku kreatif dan pedagang pasar.
Meski begitu, ia menilai masih ada hal yang perlu diperbaiki. Salah satunya soal akses dan penanda lokasi. Banyak orang, terutama pengunjung baru, mungkin tidak menyadari bahwa di dalam Pasar Kosambi tersimpan ruang kreatif seperti ini.
“Signage-nya bisa dibuat lebih jelas dan besar. Biar orang tahu kalau ada tempat sekeren ini di dalam pasar,” sarannya.
Ia berharap semakin banyak anak muda Bandung yang datang dan mempromosikan tempat ini, sehingga ruang-ruang yang belum terisi bisa berkembang dan The Hallway Space makin dikenal luas.








