Setelah keempat single lagu Maul Arian yang semuanya berbahasa sunda, kini Maul Arian menyanyikan kembali lagu berjudul Lalakon Hirup yang diciptakan sekaligus pernah dipopulerkan sebelumnya oleh Hendy Restu dengan nuansa musik yang berbeda dan menyejukkan hati ketika mendengarnya. Lagu yang juga menggunakan bahasa sunda ini menceritakan tentang bagaimana kita menerima dan menjalani peran sebagai manusia dalam kehidupan di dunia. Sebagaimana judulnya “Lalakon Hirup”, dimana Lalakon yang artinya peranan dan Hirup yang artinya hidup.
Lagu Lalakon Hirup ini menceritakan tentang bagaimana kita sebagai manusia dapat menerima segala bentuk takdir dalam kehidupan yang sedang dijalani dengan sekuat tenaga. Dalam perjalanan kehidupan, terasa banyak sekali godaan atau cobaan yang membuat diri terasa sakit di hati serta membuat pikiran bingung. Namun itu semua hanya bisa kita jalani dengan rasa berserah kepada Tuhan, berdoa, bergantung dan meminta segala pertolongan hanya kepada Tuhan yang Maha Kuasa.
Dengan berdasar pada keempat single lagu Maul Arian yang berbahasa sunda, tidak perlu diragukan lagi bagaimana Maul Arian membawakan lagu Lalakon Hirup ini. Dengan penuh penghayatan dalam membawakan lagu Lalakon Hirup ini, Maul Arian dirasa mampu menyampaikan pesan yang terdapat dalam setiap lirik lagu dan alunan yang dinyanyikan. Hal ini akan membuat lagu Lalakon Hirup semakin enak untuk didengar, sehingga akan membawa setiap pendengarnya terbawa suasana dengan lirik yang disajikan serta merdunya suara yang dinyanyikan oleh Maul Arian ini.
Maul Arian berharap lagu cover ini dapat diterima dengan baik serta pesan dalam lirik Lalakon Hirup tersampaikan dengan baik pula oleh setiap pendengarnya. Lagu ini akan tersedia di setiap digital musik platform manapun.
Lirik :
Mawa diri dina nyorang kahirupan
Naha pinuh ku gogoda
Kana ati peurih
Asa bingung pipikiran
Gustiii nu agung
Neda pitulung
Asa anéh mikiran polah manusa
Komo boga rasa ngéwa
Hayang puas haté
Ngakalan satékah polah
Najan tugenah
Diri sumerah
Cenah hirup didunya ukur tunggara
Asal pageuh gumantung kanu kawasa
Najan diri nyeri peurih nu karasa
Lahaola ka gusti urang nga du’a
Tumarima kana qadar nu kawasa
Anu murbéng alam dunya
Najan pikir linglung
Muntang éling kanu agung
Moal cangcaya
bakal laksana
Cenah hirup didunya ukur tunggara
Asal pageuh gumantung kanu kawasa
Najan diri nyeri peurih nu karasa
Lahaola ka gusti urang nga du’a
Mawa diri dina nyorang kahirupan
Naha pinuh ku gogoda
Kana ati peurih
Asa bingung pipikiran
Gusti nu agung
Neda pitulung







