Cimahi, akarmusic.com – Kecelakaan kereta api terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, yang melibatkan kereta jarak jauh dan KRL Commuter Line. Insiden yang terjadi pada Senin malam (27/4) ini masih menyisakan dampak serius hingga Selasa pagi, dengan proses evakuasi korban yang terus berlangsung.
Berdasarkan data terbaru, jumlah korban meninggal dunia dilaporkan mencapai 7 orang, dengan sekitar 81 orang mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke sejumlah rumah sakit. Selain itu, petugas masih berupaya mengevakuasi tiga korban yang terjebak di dalam gerbong yang ringsek.
Namun, laporan internasional menyebutkan angka korban bisa lebih tinggi. Hingga Selasa pagi, jumlah korban tewas dilaporkan meningkat menjadi 14 orang dengan 84 korban luka, seiring berlanjutnya proses evakuasi dan pendataan di lokasi kejadian.
Kronologi Kejadian
Peristiwa bermula ketika kereta api jarak jauh menabrak bagian belakang KRL yang sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur. Gerbong yang terdampak paling parah adalah gerbong khusus wanita, yang mengalami kerusakan berat akibat benturan keras.
Seluruh penumpang kereta jarak jauh dilaporkan selamat, sementara sebagian besar korban berasal dari KRL.
Proses Evakuasi dan Penanganan
Tim gabungan dari Basarnas, kepolisian, dan petugas PT KAI masih melakukan evakuasi secara hati-hati karena kondisi gerbong yang hancur dan membahayakan. Proses ini bahkan disebut memakan waktu berjam-jam untuk memastikan keselamatan korban yang masih terjebak.
Petugas menggunakan peralatan khusus untuk memotong badan kereta guna menjangkau korban yang terjepit di dalam material logam.
Dugaan Penyebab
Penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan. Namun, laporan awal menyebut kemungkinan adanya gangguan di lintasan, termasuk insiden kendaraan yang mogok di perlintasan sebelum tabrakan antar kereta terjadi.
Dampak Lanjutan
Akibat kejadian ini, perjalanan kereta di lintas Bekasi mengalami gangguan. Sejumlah perjalanan KRL dihentikan sementara dan setidaknya 13 perjalanan kereta jarak jauh dibatalkan untuk mendukung proses evakuasi dan perbaikan jalur.








